Beranda > Tak Berkategori > How to Make Money in Stock (Summary)

How to Make Money in Stock (Summary)

Sebuah ringkasan oleh: Happy Sischarini & Leonny Anggraini (Mahasiswa S-2 UPH)


Informasi Buku

Judul                           : How to Make Money in Stock (Senjata Ampuh dalam Segala                                  Kondisi)

Judul asli                     : How to Make Money in Stock: a winning system in good                                        times or bad

Pengarang                   : William J. O’Neil

Diterjemahkan oleh     : Eko Armunanto

Edisi                            : 3

Penerbit Indonesia      : ANDI YOGYAKARTA

Penerbit original          : McGraw-Hill

Tahun terbit                 : 2003

Tebal buku                  : 340 halaman

Daftar isi                     : 3 Bagian, 20 Bab

How to Make Money in Stocks memberikan suatu sistem yang disebut CAN SLIM. CAN SLIM merupakan suatu rumusan untuk memperoleh keuntungan dan menghasilkan banyak uang melalui bursa saham. Sistem ini telah terbukti keberhasilannya, sederhana dan berlandaskan fakta. Sistem ini merupakan cara untuk menentukan keputusan jual-beli saham, berasal dari analisa ekstensif terhadap semua saham unggulan terbaik setiap tahun selama setengah abad terakhir.

Dalam buku ini dibahas mengenai bagaimana tepatnya memilih saham-saham unggulan terbaik di lantai bursa dan meraup keuntungan besar, juga tentang cara mengurangi kerugian dan kesalahan. Langkah pertama dalam belajar memilih saham unggulan terbaik adalah dengan mengkaji para saham jawara di masa lalu sehingga dapat diketahui karakteristik dari saham-saham tersebut. Melalui cara ini dapat diketahui pola-pola harga seperti apa yang dikembangkan oleh para saham jawara ini yang menyebabkan nilainya tinggi.

Faktor penting lain yang perlu ditemukan dari saham jawara ini adalah berapa besar laba triwulanan pada saat itu, berapa laba tahunan dalam data histories tiga tahunan, berapa volume perdagangannya, seberapa besar kekuatan relatif struktur harga yang membuat saham tersebut sukses, dan berapa banyak saham umum yang beredar pada saat kapitalisasi masing-masing perusahaannya. Dapat diketahui pula bahwa saham unggulan terbaik adalah milik perusahaan yang punya produk-produk baru dan penting, punya manajemen baru, dan banyak yang terkait dengan kuatnya pergerakan industrial yang didorong oleh perubahan-perubahan industri secara keseluruhan.

Semua hal tersebut tercakup dalam buku ini, namun secara sederhana dan ringkas, rumusan-rumusan tersebut diberi nama CAN SLIM. Setiap huruf CAN SLIM mewakili tujuh karakter penting dari saham unggulan pada tahap-tahap perkembangan saham, tepat sebelum saham itu membuat profit besar bagi para pemegang sahamnya. Satu-satunya sebab mengapa CAN SLIM bisa berfungsi baik adalah karena semata-mata berdasarkan realitas tentang mekanisme kerja bursa saham.

C = Current Quarterly Earning per Share: The Higher The Better (Laba Triwulan per Lembar Saham – Makin Tinggi Makin Bagus)

Saham yang akan dipilih harus mampu menunjukkan presentase peningkatan laba triwulan yang besar tahun ini (per lembar saham triwulan terakhir) jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Besarnya laba per lembar saham (EPS) dihitung dengan membagi total laba perusahaan yang telah dipotong pajak dengan jumlah lembar saham yang diedarkan oleh perusahaan. Fluktuasi EPS inilah satu-satunya elemen terpenting bagi proses pemilihan saham-saham unggulan terbaik dewasa ini. Makin tinggi kenaikan persentase EPS, makin bagus.

Mengikuti petunjuk strategis CAN SLIM yang berfokus pada fluktuasi laba, para investor dapat dipastikan dapat mengarah kepada penemuan saham-saham unggulan terbaik dalam setiap situasi siklus, lepas dari ada tidanya situasi “bubbles” (euforia) temporer spekulatif. Investor harus senantiasa membandingkan laba triwulan tahun ini per lembar saham dengan triwulan yang sama setahun sebelumnya supaya terhindar dari distorsi musiman. Dengan kata lain, jangan bandingkan triwulan Desember dengan triwulan September tahun ini tapi bandingkan triwulan Desember tahun ini dengan triwulan Desember tahun sebelumnya.

Untuk mempertajam proses pemilihan saham, pelajari pula satu atau dua triwulan berikutnya, dan bandingkan posisinya dengan triwulan sama setahun sebelumnya. Lihat apakah perusahaan mengalami situasi “tidak wajar” dalam hal labanya – yang menjadi sangat besar ata sebaliknya, sangat kecil. Jika hasil situasi “perubahan drastis” tahun sebelumnya bukan karena faktor musiman, maka langkah ini akan membantu dalam mengantisipasi sangat besar atau sangat kecilnya laba yang akan dilaporkan pada bulan mendatang. Jangan terlalu mengandalkan janji laba yang belum tentu akan menjadi kenyataan karena banyak investor baik individual maupun kelembagaan yang membeli saham dengan laba yang menurun hanya karena mereka punya “rasa suka” terhadap perusahaan tersebut tanpa melihat informasi-informasi lain dibalik itu. Saham-saham unggulan terbaik mengalami akselerasi pertumbuhan laba triwulan dalam 10 triwulan sebelum terjadi lonjakan harga besar.

Laba dapat melejit naik selama beberapa triwulan karena adanya pemangkasan biaya atau pengurangan aktifitas Litbang, karena depresiasi, periklanan, atau kegiatan konstruktif lainnya. Dengan demikian, agar dapat berkesinambungan pertumbuhan laba harus didukung pula oleh pertumbuhan penjualan. Namun, tidak kalah penting untuk dicermati pada saat terjadi kemerosotan laba secara drastis. Jika ini terjadi, biasanya ada dua kemungkinan saham telah berada dalam posisi puncaknya yang permanen atau tingkat kenaikannya ditekan oleh konsolidasi harga yang berkepanjangan. Bagi perusahaan unggulan terbaik, plotting terhadap laba 12 bulan terakhir setiap triwulan seharusnya menempatkan laba per lembar saham (EPS) mendekati atau telah ada di posisi tingginya yang baru.

A = Annual Earning Increase: Look for Significant Growth (Peningkatan Laba Tahunan: Carilah yang Pertumbuhannya Signifikan)

Setiap perusahaan sekali waktu dapat memperoleh laba triwulanan yang bagus, dan sebagaimana telah kita ketahui, laba tinggi adalah pentingu untuk dijadikan patokan guna memilih perusahaan-perusahaan mana saja yang sahamnya menjadi “juara” di antara saham-saham unggulan bursa. Untuk itu investor perlu mengkaji tingkat pertumbuhan laba tahunan perusahaan tersebut dan perhatikan bagian yang menunjukkan bahwa tingkat laba per lembar saham (earning per share) meningkat setiap tahun selama tiga tahun terakhir.

Investor juga tidak boleh mengabaikan rasio ROE (Return On Equity). Rasio ini dapat membantu upaya untuk menggolongkan mana perusahaan yang dikelola dengan baik, dan mana yang tidak. Selain itu juga perlu dicermati pertumbuhan saham yang mencerminkan cash flow tahunan per lembar saham yang lebih besar ketimbang laba actual per lembar saham. Suatu faktor tambahan yang telah terbukti penting dalam upaya memilih saham yang baik pertumbuhannya yaitu factor stabilitas dan konsistensi pertumbuhan laba tahunan selama tiga tahun terakhir.

Sejarah menunjukkan bahwa sebagian besar siklus bursayang arahnya naik (bull market), bertahan dua hingga empat tahun dan diikuti oleh resesi atau kemerosotan bursa (bear market) lalu terjadi kenaikan lagi. Saham baru yang telah memiliki pertumbuhan biasanya mendominir, minimal selama dua siklus naik (bull cycle). Kemudian akan terjadi perubahan jangka pendek berbalik arah (turnaround), siklikal, atau digeser oleh sektor-sektor lainnya yang baru saja mengalami perbaikan. Saham siklis cenderung berumur pendek dan gampang goyah pada saat pertama munculnya indikasi kemerosotan laba.

Saham unggulan memerlukan pertumbuhan yang besar sepanjang tahun-tahun terakhir, sekaligus juga memerlukan kuatnya laba tahun ini (current earning)dalam beberapa triwulan terakhir. Cara paling cepat untuk menemukan perusahaan yang current earningnya tumbuh pesat, dan pertumbuhan tiga tahunannya solid adalah dengan memeriksa besarnya Rating Laba Per Lembar Saham (EPS: Earning Per Share). Rating EPS diartikan sebagai rating yang mengukur tingkat pertumbuhan laba perusahaan dalam dua triwulan terakhir dibandingkan dengan triwulan yang sama setahun sebelumnya.

Telah dipelajari bahwa yang terpenting diketahui tentang saham adalah besarnya rasio harga EPS, disebut rasio P/E. Selama bertahun-tahun rasio P/E telah dijadikan pegangan oleh para analis sebagai alat untuk memutuskan apakah suatu saham bersifat undervalued (rasio P/E rendah) sehingga seharusnya dibeli ataukah overvalued (rasio P/E tinggi) sehingga seharusnya dijual. P/E tinggi terjadi karena bull market. P/E rendah, kecuali saham siklis umumnya terjadi karena down market. Rasio P/E bukan merupaka faktor yang relevan dalam pergerakan saham dan sangat kecil sangkut-pautnya dengan keputusan apakah saham harus dibeli atau dijual. Apabila mengatakan bahwa saham undervalued karena dijual pada posisi P/E rendah atau karena historis P/E berada pada wilayah rendah adalah keliru. Pertimbangan utama haruslah apakah tingkat perubahan laba tersebut merupakan gerak peningkatan atau kemerosotan.

Kesalahan lain dalam menggunakan rasio P/E, baik oleh amatiran maupun professional adalah untuk mengevaluasi saham dalam suati industry dan menyimpulkan bahwa yang menjual saham pada P/E termurah selalu undervalued, dank arena itu paling menarik untuk dibeli. Faktanya adalah, bahwa P/E terendah biasanya milik perusahaan yang data labanya parah, dan itulah sebabnya dijual pada P/E termurah. Jika harga perusahaan dan rasio P/E berubah dalam waktu dekat mendatang itu adalah karena kondisi, kejadian, psikologi, dan laba yang senantiasa membaik atau yang tiba-tiba merosot dari minggu ke minggu, bulan ke bulan. Harga saham denga rasio P/E tinggi juga dapat secara sementara menggerakkan dirinya sendiri ke depan, namun hal yang sama juga dapat terjadi pada saham dengan P/E rendah. Oleh karena itu, berkonsentrasilah pada saham yang pertumbuhan laba tahunannya signifikan dalam tiga tahun terakhir plus triwulan yang mengalami perbaikan terkuat.

N = New Products, New Management, New Highs: Buying at the Right Time (Produk Baru, Manajemen Baru, Keunggulan Baru:bMembeli pada Saat yang Tepat)

Agar harga saham terdorong naik, diperlukan beberapa macam pembaruan. Pembaruan dapat berupa produk atau jasa baru yang penjualannya meningkat pesat sehingga tingkat labanya meningkat hingga diatas peningkatan sebelumnya. Salah satu cara perusahaan meraih keberhasilannya, mendapatkan gain besar melalui harga-harga sahamnya adalah melalui peluncuran produk baru ke pasar.

Terdapat fenomena lain yang disebut dengan istilah “Paradoks Besar”, dimana dalam fenomena ini investor cenderung membeli saham yang bergerak turun besar-besaran dari posisi puncaknya, mengira bahwa aksi ini memperkuat daya tawar. Investor merasa lebih “aman” jika membeli saham yang kelihatannya akan mampu mendatangkan posisi tawar kokoh, karena harganya turun drastis itu. Namun hal tersebut merupakan sesuatu yang keliru karena harga saham yang mulai bergerak naik besar-besaran, dan dipandang riskan oleh sebagian besar investor justru semakin bergerak naik, dan sebaliknya harga saham yang sedang bergerak kebawah justru semakin merosot lagi. Jika investor cukup cerdik, posisi beli yang diambil adalah pada saat sebagian besar investor konvensional lainnya memandang bahwa harga jualnya terlalu tinggi, kemudian menjualnya kembali pada posisi harga baru yang jauh lebih tinggi berkat kenaikkan lanjutan yang dialami oleh saham tersebut.

S = Supply and Deman: Shares Outstanding plus Big Volume Demand (Penawaran pasokan dan Permintaan: Saham Beredar plus Permintaan Bervolume Besar)

Hukum penawaran dan permintaan sangat menentukan besarnya harga bagi hamper semua produk dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip dasar penawaran dan permintaan ini juga berlaku di bursa saham, dan ini jauh lebih penting daripada opini para analis Wall Street. Cara terbaik mengukurnya adalah dengan mengamati volume perdagangan harian. Setiap saham kapitalisasli dapat dibeli dengan metode CAN SLIM, tetapi saham-saham small-cap akan semakin rentan terhadap pergerakan bursa. Perusahaan yang membeli sendiri sahamnya melalui bursa terbuka serta perusahaan yang sahamnya ikut dimiliki oleh manajemennya adalah perusahaan-perusahaan yan lebih baik.

Jumlah total saham yang beredar (volume) yang tampak dalam struktur modal perusahaan mencerminkan potensi saham-saham tersebut. Kita juga harus memperhatikan adanyua “pasokan mengambang”, yaitu saham yang dicadangkan-yang belum beredar di lantai bursa. Perusahaan yang mempunyai saham dalam persentase besar pada umumnya merupakan prospek yang bagus, sebab mereka juga punya kepentingan langsung terhadap saham-saham tersebut.

Selain penawaran dan permintaan, ada alasan fundamental lain yang menjelaskan mengapa perusahaan besar yang jumlah lembar sahamnya banyak seringkali bergerak lebih lambat. Alasannya adalah karena perusahaan besar yang mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang signifikan biasanya sudah cukup tua dan kurang imajinasi sehingga pertumbuhannya rendah. Inovasi pada perusahaan kecil biasanya lebih member dampak langsung pada penjualan produk ketimbang perusahaan besar yang hanya akan menambah sedikit laba dari tingkat laba yng sudah besar.

Dari waktu ke waktu banyak perusahaan yang melakukan kesalahan dengan terlalu sering memecah-mecah (split) saham. Split yang berlebihan membuat pasokan saham jauh lebih besar. Padahal belum tentu harga saham yang rendah akan membuat pembeli tertarik.

Perusahaan yang membeli sahamnya sendiri (buyback) melalui sahan terbuka dalam periode tertentu yang konsisten juga merupakan pertanda yang baik karena dapat mengurangi jumlah lembar saham yang beredar di bursa dan dapat menunjukkan upaya perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan laba di masa mendatang. Akibat dari buyback, total laba bersih perusahaan akan terbagi oleh jumlah lembar saham yang lebih sedikit sehingga menaikkan rasio laba per saham.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah persentasi total kapitalisali perusahaan yang tercermin dari hutang atau obligasi jangka panjang. Semakin rendah rasio hutang, semakin aman dan bagus perusahaan tersebut.

L = Leader or Laggard: Which is Your Stock? (Unggulan atau Pecundang: Termasuk yang Manakah Saham Anda?)

Banyak orang membeli saham tertentu hanya berdasarkan intuisi dan perasaan padahal hal tersebut sangat beresiko. Hampir tidak pernah menguntungkan jika berinvestasi pada saham-saham buruk meskipun mereka seolah-olah tampak menarik. Jangan sekedar bereksperimen dengan saham. Lakukan penggalian dan penelitian dan temukan apa yang benar-benar baik untuk anda.

Perusahaan yang berada dalam kategori “dua atau tiga perusahaan terbaik” mampu menunjukkan pertumbuhan yang mengagumkan, sementara perusahaan lainnya sulit mengejar untuk merebut posisi itu. Jabatan pemimpin nomor satu di pasar belum tentu dipegang oleh perusahaan yang terbesar atau yang terkenal namanya. Yang dimaksud dengan perusahaan terbaik dinilai dari tingkat pertumbuhan laba per lembar saham per triwulan, tingkat ROE, marjin laba, pertumbuhan penjualan dan fluktuasi harga.

I = Institutional Sponsorship: Follow the Leaders (Sponsor Institusional: Ikuti Jejak Sang Juara)

Pengertian sponsor institusional adalah mengacu kepada jumlah lembar saham yang dimiliki oleh institusi (lembaga), seperti institusi mutual funds, institusi dana pension, perusahaan asuransi, institusi investasi, institusi hedge fund, konsorsium bank, institusi kenegaraan, social, dan pendidikan. Saham-saham unggulan terbaik tidak memerlukan banyak sponsor institusional, cukup beberapa institusi saja yang bersedia memilikinya. Jika ada saham tertentu yang tidak disponsori oleh professional maka peluangnya adalah kinerja saham itu hanya sedang-sedang saja.

Investor yang cerdas tidak hanya ingin tahu berapa banyak jumlah investor institusional yang mau memiliki saham tertentu, dan apakah jumlah itu makin meningkat pada triwulan terakhir, tetapi mereka juga ingin mengetahui siapa saja para sponsor tersebut.  Kurang penting untuk mengetahui berapa banyak institusi yang mau memiliki saham tertentu, yang lebih penting adalah mengetahui institusi mana saja yang memiliki saham tersebut. Saham-saham tertentu bisa jadi terlalu banyak sponsornya. Apabila ada saham-saham yang jumlah sponsornya berlebihan dikenal dengan istilah overowned. Bahayanya aalah jumlah sponsor yang berlebihandapat mendorong terjadinya penjualan besar-besaran jika ada sesuatu yang “tidak beres” dalam perusahaan atau terjadi situasi bear market.

M = Market Direction: How to Determine It (Arah Pasar: Cara Mengetahuinya)

Kunci agar posisi Anda dapat tetap bagus di bursa adalah bukan prediksi dan juga pengetahuan tentang apa yang akan dilakukan bursa melainkan tahu tidaknya Anda atas apa yang baru dilakukan bursa dan apa yang dilakukannya sekarang. Manfaat besar dari interpretasi tersebut bukan hanya untuk memperoleh kemampuan identifikasi posisi puncak dan dasar bursa, tetapi juga kemampuan untuk melacak setiap usaha perbaikan ketika bursa sedang meluncur ke posisinya yang terendah.

Anda harus memiliki bekal handal untuk mengetahui apakah bursa sedang mengalami situasi bull atau bear market. Jika salah dalam menilai pasar, maka tiga dari empat saham Anda akan berada di bawah posisi rata-rata bursa dan Anda akan merugi. Oleh sebab itu Anda perlu belajar menganalisa situasi bursa secara benar dengan mengikuti, menginterpetasi dan memahami apa yang dilakukan oleh rata-rata bursa setiap harinya. Anda harus cermat mengamati indikator-indikator bursa dengan demikian Anda akan mengenali terjadinya perubahan-perubahan penting dalam perilaku rata-rata bursa harian pada posisi perubahan arah (posisi puncak maupun dasar) dan belajar melakukan kapitalisasi terhadapnya

Ciri-ciri siklus bisnis dalam beberapa periode waktu perlu juga diperhatikan untuk mengetahui dimana posisi Anda saat ini. Hal ini juga diperlukan untuk mencermati adanya perubahan haluan trend yang dapat terjadi setiap saat. Pengamatan dapat dilakukan dengan mengintrepetasikan grafik harga dan volume pasar harian pada posisi rata-rata dari indikator-inidikator tersebut.

Istilah bursa umum biasanya dipakai untuk mengacu pada indikator-indikator bursa yang paling banyak digunakan yang bisa digunakan sebagai salah satu indikator awal bagi munculnya trend baru. Tiga indicator yang umum dipakai adalah The Standard & Poor (S&P) 500, The Dow Jones Industrial Average (DJIA), The Nasdaq Composite.

Mengikuti pola gerak saham-saham unggulan juga bisa digunakan untuk mengamati perubahan haluan bursa. Setelah bursa bergerak beberapa tahun, dapat dipastikan bahwa akan terjadi persoalan jika saham-saham unggulan itu mulai bertingkah abnormal. Pergeseran arah pergerakan bursa dapat juga dideteksi dengan cara mengkaji empat atau lima pembelian saham terakhir dalam portofolio Anda sendiri. Jika belum pernah meraih keuntungan darinya, Anda harus curiga bahwa trend-nya sedang menurun.

Kesuksesan di bursa dapat diraih dengan cara menghindari kesalahan-kesalahan klasik di masa lalu. Adapun beberapa kesalahan yang harus dihindari: terlalu toleran terhadap kerugian-kerugian kecil; membeli ketika harga anjlok akan berakibat menyedihkan; membeli ketika harga rata-rata turun; membeli saham murah dalam jumlah besar, padahal seharusnya membeli saham mahal dalam jumlah sedikit; ingin kaya mendadak; keputusan membeli berdasarkan tip, rumor, berita, kisah, rekomendasi para konsultan, opini para ahli di tv; memilih saham kelas dua berdasarkan dividen atau rasio P/E; tidak mau keluar setelah terbukti ada kesalahan dalam pemilihan saham-sahamnya, dan tidak tahu apa yang harus dipelajari dari perusahaan-perusahaan unggulan terbaik; membeli saham perusahaan berdasarkan nama (merk) yang telah terkenal; tidak mampu memilih mana informasi dan nasihatt yang baik dan buruk; tidak berpatokan pada grafik, dan takut pada saham yang harganya melonjak hingga posisi tertingginya yang baru; berusaha meraup keuntungan dengan prinsip ‘biar sedikit asal gampang’ dari saham-saham berkinerja buruk; Terlalu takut pada komisi dan pajak; terlalu terpaku pada persoalan ‘kapan harus membeli’ kapan harus dijual kembali; tidak tahu pentingnya membeli saham perusahaan unggul, yang bagus sponsor institusionalnya, dan pentingnya penggunaan grafik terhadap proses seleksi dan penentuan waktu yang tepat (timing); terlalu berspekulasi pada opsi atau prospek tertentu demi peluang cepat kaya; jarang bertransaksi pada posisi pasar, lebih suka membatasi harga beli dan jual; tidak mampu mengambil keputusan; tidak ada obyektifitas dalam menilai saham.

Saat Tepat Menjual Saham

Dalam menentukan waktu yang tepat untuk menjual saham, Anda harus membuang ego serta harus mau mengikuti pola bursa, jangan terperangkap dalam saham-saham yang terus-menerus merugi. Anda harus tahu kapan Anda mungkin telah melakukan kesalahan, lalu jualah segera saham Anda untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Setiap titik kejatuhan harga di bawah harga beli Anda dulu, menunjukkan kesalahan Anda, dan Anda harus menerima kerugian sebagai risiko atas kesalahan tersebut.

Investor individual sebaiknya membatasi kerugiannya sebesar 7% atau 8% saja dari posisi harga ketika ia membelinya. Ini merupakan keunggulan investor individual ketimbang investor institusional yang lebih kurang luwes keluar-masuk bursa.

Tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar, bukannya kegirangan nafsu serakah ketika harga saham sedang melaju naik pesat.  Oleh karena itu, jika ada peluang untuk menjual dalam posisi laba sebaiknya saham segera dijual untuk mendapatkan keuntungan. Terdapat dua hal penting tentang menjual saham yang perlu dipelajari. Pertama, posisi pembelian yang tepat dan berdasarkan grafik harian, mingguan, dan tidak melakukan langkah pyramid ketika kenaikan saham melebihi 5% diatas buy point. Kedua, waspadalah terhadap penjualan partai besar karena bisa saja itu hanya bersifat emosional, temporer, dan tidak sebesar yang terlihat.

Selain itu juga terdapat petunjuk lainnya dalam penjualan saham yaitu jika investor membuat batasan kerugian 7% atau 8%, maka ambilah keuntungan dengan menjualnya ketika saham naik 25% atau 30%. Ambil ancang-ancang menjual ketika saham melonjak disertai publisitas bagus. Jual saham ketika pertumbuhan laba triwulan sangat lambat selama dua triwulan bertirurt-turut. Lakukan penjualan berdasarkan analisa yang sudah dilakukan dengan membuat plot pada grafik posisi jual dan beli terdahulu sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Pemilihan Investasi

Setelah investor benar-benar menguasai investasi pada saham-saham biasa dan sudah memiliki cukup pengalaman, barulah boleh mempertimbangkan untuk membeli saham opsi. Hal ini disebabkan karena opsi sangat spekulatif, beresiko besar, serta posisi harganya lebih rentan dibanding saham-saham biasa. Jika ingin berinvestasi pada opsi, investor harus membatasi persentasi total portofolio yang melibatkan opsi. Batasan yang cukup hati-hati berkisar antara 10%-15% dari total portofolio.

Bentuk investasi lainnya adalah convertible bond. Teori mengatakan bahwa convertible bond menguat secepat penguatan saham namun melemah lebih lambat daripada pelemahan saham. Investor terkadang tertarik dengan media investasi ini karena mereka dapat meminjam dalam jumlah besar untuk memperbesar leverage mereka.

Mutual fund merupakan diversifikasi portofolio saham yang dikelola oleh perusahaan investasi professional. Karena pengelolaannya tidak dijalankan oleh investor sendiri maka sebaiknya membuat kebijakan pembatasan kerugian. Kesalahan paling umum yang sering dilakukan oleh investor adalah investor tidak sabar, ingin cepat untung; terlalu risau pada persoalan manajemen fee, turnover rate, atau dividen; terpengaruh rumor sehingga batal berinvestasi jangka panjang; menjual dalam situai pasar buruh; terlalu cepat kehilangan kepercayaan.

Positif – Negatif

Positif:

  1. Pengungkapan alasan pemilihan saham dengan pertimbangan yang masuk akal dan seimbanga antara teori pasar dan praktek yang terjadi di bursa saham. Pertimbangkan untuk investasi pada saham menurut William antara lain:
  2. Memperkenalkan metode penyulingan informasi untuk investasi yang sangat efektif dan mudah dicerna oleh pemula untuk memasuki pasar saham yang  disebut analisis saham CAN SLIM. CAN SLIM adalah singkatan untuk tujuh kriteria seleksi O’Neil mengatakan harus Anda pertimbangkan ketika memilih saham.
  3. Salah satu aturan yang paling penting O’Neil miliki adalah untuk membatasi kerugian Anda. Investor rata-rata di benci untuk menjual rugi. keengganan ini gamblang. Sebagian besar orang ingin menjual pemenang dan bertahan untuk pecundang mereka dengan harapan mereka akan menjadi pemenang.
    O’Neil, pada kenyataannya, merekomendasikan sebaliknya.
  4. Menjelaskan bahwa ada dua pihak untuk segala sesuatu, kecuali pasar saham. Di pasar saham hanya ada satu sisi – sisi kanan. Dalam kondisi pasar tertentu, pendek jual dapat menempatkan Anda di sisi kanan, namun dibutuhkan pengetahuan nyata dan pasar tahu-bagaimana serta banyak keberanian untuk mengambil posisi pendek.
  5. Mekanisme short selling relatif sederhana, namun hampir tak seorang pun, termasuk sebagian besar profesional, tahu cara short selling dengan benar. Dalam Cara Membuat Uang Jual Saham Pendek, William J. O’Neil menawarkan informasi yang dibutuhkan untuk mengejar strategi menjual yang efektif pendek, dan menunjukkan Anda – dengan rinci, grafik beranotasi – bagaimana membuat bergerak yang pada akhirnya akan membawa Anda ke arah yang benar.
  • Beli pada saat harga Rendah dan Jual disaat harga Tinggi.
  • Apabila Sebuah saham sudah dianggap harganya terlalu mahal, pilihnya saham yang murah.
  • Beli pada dips.
  • Hot tips adalah alasan yang baik untuk membeli saham.
  • Perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi dan nama yang besar dan bermutu adalah investasi lebih baik daripada perusahaan-perusahaan kecil yang tidak diketahui.
  • Jangan menjual pada kerugian.
  • Jika saham menjatuhkan nilai, rata-rata dolar biaya turun untuk mengurangi harga biaya per saham.
  • Waktu Pasar adalah mustahil
  • C – Laba Triwulan Lancar per Saham – saham gainers Mayor pasar semua menunjukkan peningkatan yang besar dalam laba triwulan berjalan per saham selama kuartal yang sama tahun sebelumnya. 3 dari 4 saham ia belajar menunjukkan peningkatan lebih dari 70% saham sebelum membuat bergerak besar mereka.
  • A – Laba Tahunan Meningkatkan – Saham dipelajari menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 24% per tahun selama lima tahun sebelumnya. Banyak yang jauh lebih tinggi.
  • N – Produk Baru, Manajemen Baru, New Highs – Pasar menyukai kabar baik, entah itu sebuah obat baru untuk sebuah perusahaan farmasi, atau produk baru sepenuhnya, atau bahkan manajemen baru (cerita turnaround) atau saham mencapai rekor tertinggi baru. 95% dari saham O’Neil dipelajari memiliki produk baru yang besar, manajemen baru atau perubahan penting lainnya dalam bisnis.
  • S – Penawaran dan Permintaan – Sekarang ini satu begitu jelas namun sering diabaikan. Bahkan, O’Neil mengatakan “Hukum penawaran dan permintaan adalah lebih penting daripada semua pendapat analis di Wall Street.” Apa artinya? Untuk satu, sejumlah kecil saham yang beredar adalah lebih baik daripada sejumlah besar (penawaran terbatas). Trading volume adalah indikator yang sangat baik dari penawaran dan permintaan. Volume harus meningkatkan secara substansial pada aksi unjuk rasa dan kering di koreksi. (Yang terakhir menunjukkan bahwa pemegang saham saat ini enggan untuk menjual dengan harga lebih rendah.)
  • L – Pemimpin – Anda ingin membeli saham yang bergerak depan pak – pemimpin pasar, bukan laggards. Ukuran baik dari ini adalah kekuatan harga relatif. Saham O’Neil dipelajari memiliki kekuatan relatif harga rata-rata sebesar 87 tepat sebelum harga berjerawat utama mereka. Ini berarti mereka sudah melakukan lebih dari 87% dari saham di pasar sebelum mereka benar-benar melompat.
  • I – Sponsor Kelembagaan – Seharusnya ada beberapa bunga berkembang dalam saham oleh reksa dana, dana pensiun, perusahaan asuransi, dll. Besar membeli menstimulasi pergerakan harga. Pada saat yang sama Anda tidak ingin saham menjadi “overowned” oleh lembaga.
  • M – Pasar Arah – Sejauh ini, paling sulit dan paling kompleks kriteria O’Neil. Dia berargumen bahwa Anda tidak dapat melakukannya dengan baik dengan memerangi pasar. Jika pasar yang luas adalah tren ke bawah, tiga dari empat saham Anda akan merosot dengan itu.

Negatif

  1. Pengarang investasi disajikan dengan cara yang kurang menonjolkan sisi teori terlebih untuk dikonsumsi oleh akademis. William menggunakan contoh-contoh yang cenderung untuk membuktikan satu hal, tapi itu tidak membuat argumen yang meyakinkan. Sementara banyak juga market anomaly yang tidak masuk ke dalam pembahasan ini, seperti misalnya bubble market dan liquidity pasar.
  2. Dari buku ini menurut kami dapat disimpulkan bahwa William adalah seorang trader terbaik dalam hal memanfaatkan momentum. Beberapa hal teknis analisis dalam buku agak sedikit berlebihan menurut pendapat kami. Tapi strategi lain seperti hanya membeli saham dengan pertumbuhan EPS yang tinggi selama 3 kuartal berturut-turut merupakan sesuatu yang masuk diakal dan reasonable. Secara keseluruhan, buku ini tidak sangat baik jika Anda tidak tahu apa-apa tentang investasi, karena tidak didukung oleh dasar dasar teori dan penjelasan akedemis yang memadai. Tetapi bagus untuk praktisi dan seseorang yang sudah terbiasa dalam pasar saham, terlebih jika ingin memperkaya strategi investasi.

Saran

Investor dalam menentukan saham perlu membaca referensi buku-buku lain sebagai landasan teori dalam pengambilan keputusan. Hal ini dikarenakan buku ini hanya bersifat praktikal. Buku ini merupakan panduan praktis dan lapangan sehingga ada baiknya pembaca memperkuat beberapa teori keuangan atau khusunya tentang pasar saham karena ada beberapa istilah pasar yang digunakan dalam buku ini. Hal ini juga baik untuk menutup pembahasan tentang market anomaly yang tidak dibahas.

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: