Beranda > Tak Berkategori > Ketika Kita Dipanggil Untuk Melayani

Ketika Kita Dipanggil Untuk Melayani

Banyak hal yang sering menjadi alasan ketika seorang anak Tuhan menolak untuk melayani di gereja, kampus, lembaga pelayanan lainnya. Ada yang menolak karena ragu-ragu apakah dirinya bisa menyediakan waktu cukup buat pelayanan dikarenakan kesibukan sehari-hari yang sangat padat. Ada yang menolak dikarenakan dirinya merasa masih “kurang rohani” di hadapan Tuhan. Ada juga yang menolak karena ada masalah pribadi dengan saudara seiman yang lain. Namun ada juga yang menolak karena merasa dirinya tidak merasa mampu menjalani pelayanan tersebut. Berbagai alasan dikemukakan oleh anak Tuhan untuk menghindar dari keterlibatan dalam sebuah pelayanan.

Demikian halnya juga Musa, yang waktu itu menjalani kehidupan dengan tenang sebagai penggembala di Midian. Pada hari ketika tiba-tiba Musa dipanggil Tuhan untuk kembali ke Mesir demi memimpin bangsa Israel lepas dari perbudakan bangsa Mesir, dia berkali-kali mengemukakan berbagai alasan (meski Tuhan pun berkali-kali meneguhkannya) dengan harapan bahwa dia terlepas dari tugas tersebut. Namun untunglah akhirnya Musa mau tunduk pada panggilan Tuhan dan akhirnya berhasil membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, yang tentunya berkat pertolongan Tuhan semata.

Sebagai anak Tuhan yang sudah diselamatkan, kita harus selalu mengucap syukur atas anugerah keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimana kita mengucap syukur kepada Tuhan? Dengan doa! Ya tentu saja, kita memang harus selalu mengucap syukur dalam setiap doa yang kita ucapkan. Tapi apakah itu cukup? Menurut saya belumlah cukup, tetapi kita juga harus memberi sesuatu kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada-Nya. Apa yang harus kita beri kepada Tuhan? Persembahan perpuluhankah? Atau membagikan kepada orang lain sebagian berkat materi yang telah Tuhan berikan kepada kita? Bukan hanya itu. Alkitab mengatakan bahwa kita harus memberi hidup kita kepada Tuhan, karena pada saat kita ditebus oleh Tuhan Yesus dari kuasa dosa, maka hidup kita pada dasarnya sudah menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Maka sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, sudah seharusnya kita “menyerahkan” otoritas hidup kita kepada Tuhan. Bahkan, ketika kita dipanggil untuk melayani Dia, sudah seharusnya kita menjawab YA.

Pada kenyataannya banyak hal yang menjadi pertimbangan kita dalam menjawab panggilan-Nya, dan seringkali pertimbangan-pertimbangan tersebut merupakan suatu keberatan-keberatan yang mengarahkan kita untuk menolak panggilannya. Memang manusiawi, karena saya yakin pada dasarnya kita pun tidak ingin mengecewakan Tuhan. Setiap ada sesuatu keberatan yang kita pikir itu akan menghambat pelayanan dimana kita terlibat di dalamnya ke depannya nanti, maka kita berpikir lebih baik menolak sejak dari awal.

Sebagaimana akhirnya Musa menerima tugas pelayanan dari Tuhan, Tuhan pun menginginkan kita melakukan hal yang sama, karena Tuhan sendirilah yang akan menuntun dan memberi petunjuk, serta pertolongan pada saat kita menjalani tugas pelayanan kita. Jadi, apapun kekuatiran dan keberatan-keberatan kita, Tuhan pun sudah mengetahuinya dan Dia akan menyediakan jalan keluarnya. Yang harus kita lakukan adalah percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan akan memimpin dan tidak akan meninggalkan kita dalam pelayanan.

Mungkin kita berpikir bahwa kita sangat tidak layak untuk ambil serta dalam suatu pelayanan karena kita merasa belum begitu “dekat” dengan Tuhan. Kerohanian kita merasa kering dan kita pun masih berjuang melawan dosa. Namun itu tak berarti bahwa kita harus menolak panggilan melayani. Menurut pengalaman saya pribadi, dengan melakukan pelayanan, justru kita akan bersemangat untuk berusaha hidup benar di hadapan Tuhan, berusaha untuk hidup intim dengan Tuhan, dan melalui sharing dengan teman-teman satu pelayanan, kita akan dikuatkan.

Selamat melayani!

*in my sweet room*

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: