Beranda > Tak Berkategori > The Adjustment of Stock Prices to New Information

The Adjustment of Stock Prices to New Information

The Adjustment of Stock Prices to New Information

(Eugene F. Fama, Lawrence Fisher, Michael C. Jensen, and Richard Roll)

  1. 1. Pendahuluan

Perubahan harga yang berurutan pada common stock hampir independen. Paper oleh Mandelbrot (1966) dan Samuelson (1965) menunjukkan independensi dari perubahan harga yang berurutan adalah konsisten dengan pasar efisien. Paper ini bertujuan untuk menguji proses penyesuaian harga-harga common stock terhadap informasi yang tersirat pada stock split.

  1. 2. Splits, Deviden, dan Informasi Baru: Sebuah Hipotesis

Lebih spesifik lagi, paper ini berusaha menguji hal berikut: (1) apakah terdapat pola yang tidak biasa pada rate of return dari sekuritas pada bulan-bulan di sekitar periode split? dan (2) jika aktivitas split dapat dihubungkan dengan pola yang tidak biasa pada return sekuritas, bagaimana hubungan antara split dengan variable-variabel fundamental yang lain?

Untuk menjawab pertanyaan (1), kita harus menunjukkan bahwa sebelum periode split (atau bahkan sebelum adanya informasi pertama tentang split), ada tingkat return yang sangat tinggi yang terjadi dalam waktu lama, yang disebabkan oleh peningkatan yang luar biasa pada expected earning dan deviden.

Selain itu, berdasarkan data empiris, ada kecenderungan bahwa return rata-rata tertinggi dari saham yang mengalami split terjadi beberapa bulan sebelum aktivitas split. Ini menunjukkan bahwa aktivitas (atau informasi) split itu sendiri mendorong peningkatan return.

Lintner (1956) dan Michaelsen (1961) menunjukkan bahwa jika sekali dividen ditingkatkan, maka perusahaan besar akan enggan untuk menurunkannya kembali, kecuali dalam situasi yang ekstrem. Para direksi akan menaikkan tingkat deviden hanya jika mereka yakin akan kemampuan mereka untuk membayar deviden dari return perusahaan di masa mendatang. Pola yang tidak biasa dari return tinggi pada saham-saham split dalam bulan-bulan sebelum aktivitas split mencerminkan antisipasi dari pasar terhadap peningkatan tingkat deviden.

  1. 3. Sampel dan Metodologi
  2. a. Data.

Stock split adalah sebuah pertukaran dari saham-saham dengan setidaknya lima saham didistribusikan untuk setiap empat outstanding sebelumnya. Definisi ini mencakup semua dividen dengan tingkat 25 persen atau lebih. Data yang diambil adalah data price-dividend dari saham (yang terdaftar pada NYSE setidaknya 12 bulan sebelum dan setelah split) selama sedikitnya 25 bulan yang berurutan di sekitar tanggal split. Dari Januari 1927 hingga Desember 1959, terdapat 940 split yang sesuai dengan criteria di atas.

  1. b. Proses adjusting return sekuritas untuk kondisi pasar secara umum.

Pjt =          harga saham ke-j pada akhir bulan t.

P’jt =          Pjt yang disesuaikan untuk perubahan modal dalam bulan t+1.

Djt =          deviden kas pada sekuritas ke-j selama bulan t.

Rjt =          (Pjt + Djt) / P’jt, t-1 =          harga relatif terhadap sekuritas ke-j untuk bulan t.

Lt =          rata-rata Rjt dari semua sekuritas di NYSE pada akhir bulan t dan t-1. Lt adalah ukuran untuk “kondisi pasar yang umum”.

logeRjt = αj + βjlogeLt + ujt (1)

dengan ujt diasumsikan: (a) mempunyai zero-expectation dan independen varian dari t, (b) adalah independen, dan (c) mempunyai distribusi independen logeL. Persamaan (1) menunjukkan rate of return bulanan dari sebuah sekuritas adalah fungsi linier dari return market.

  1. c. Uji spesifikasi model

Untuk mengurangi error yang besar, periode bulan yang diprediksi menghasilkan expected value non-zero dari residual dikeluarkan dari sampel. Tabel 1 menunjukkan ringkasan statistic tentang distribusi frekuensi dari αj, βj, dan rj (korelasi antara rate of return bulanan sekuritas dengan rate of return portofolio pasar). Tabel memperlihatkan korelasi yang kuat antara pasar dengan return bulanan sekuritas (j = 0.632, dengan deviasi absolute rata-rata sebesar 0.106 dari mean).

  1. 4. Efek dari Splits terhadap Return: Hasil-hasil Empiris

Penelitian ini bukan untuk menentukan pengaruh dari split terhadap perusahaan secara individu, tetapi memfokuskan pada pengaruh proses dari split terhadap tipe tertentu dari pola return.

  1. a. Some additional definitions.

Bulan 0 adalah bulan saat terjadi split. Bulan 1 adalah bulan setelah split, sedangkan bulan -1 adalah bulan sebelum split.

Residual rata-rata untuk bulan m adalah:

dengan  adalah residual regresi sampel untuk sekuritas j dalam bulan m dan nm adalah jumlah split pada bulan m. Studi ini menguji pola um untuk m dalam interval -29 ≤ m ≤ 30 (contoh untuk 6 bulan sekitar bulan split).

Studi ini juga menguji pengaruh kumulatif dari pola abnormal return dalam bulan-bulan di sekitar bulan split. Residual rata-rata kumulatif dihitung dengan rumus:

Residual rata-rata um dapat dikatakan sebagai deviasi rata-rata (dalam bulan m) return split stock dari korelasi normal dengan market. Residual rata-rata kumulatif Um dapat dikatakan sebagai deviasi kumulatif (dari bulan -29 ke bulan m); ini menunjukkan pengaruh kumulatif penyimpangan return split stock dari korelasi normal terhadap pergerakan market.

Berkaitan dengan hipotesis yang menyatakan pengaruh split terhadap dividen, penelitian ini menguji secara terpisah split yang diasosiasikan dengan peningkatan dividen dan split yang diasosiasikan dengan penurunan dividen. Dividen diklasifikasikan sebagai rasio perubahan dividen, yaitu dividen total (per equivalen saham yang tidak displit) yang dibayarkan dalam 12 bulan setelah proses split, dibagi dengan dividen total yang dibayarkan sebelum proses split. Dividen yang meningkat adalah kasus ketika rasio perubahan dividen dari saham split lebih besar dari rasio untuk Exhange secara keseluruhan, dan sebaliknya. Maka, um+, um, dan Um+, Um adalah rata-rata dan kumulatif dari residual rata-rata split, baik “increased” ataupun “decreased”.

  1. b. Empirical results.

Hasil empiris dari penelitian dapat dilihat pada tabel 2 dan 3, serta gambar 2 dan 3. Gambar 2a, 3a, dan 3b menunjukkan bahwa residual rata-rata (um) dalam 29 bulan sebelum split bernilai positif untuk semua split dan kelas dividen. Perusahaan cenderung melakukan split selama periode saat saham mereka meningkat melebihi kenaikan yang disebabkan oleh normal korelasi antara harga saham dan harga pasar secara umum (periode “boom”).

Saat semua split diuji secara bersamaan (gambar 2a dan tabel 2), residual rata-rata yang memiliki nilai positif tertinggi  terjadi dalam tiga atau empat bulan sebelum split, tetapi setelah split, residual rata-rata tersebar acak pada angka 0. Residual rata-rata kumulatif meningkat secara tajam sampai split, tetapi relatif tidak ada pergerakan setelah periode split.

Ketika split diumumkan, pasar mengintrepretasikan akan ada kemungkinan yang besar bahwa dividen akan segera naik. Maka, harga saham akan naik secara drastic sebelum split dikarenakan perubahan ekspektasi terhadap earning potensial di masa depan dari perusahaan yang melakukan slip sahamnya dibanding dengan pengaruh intrinsic dari split itu sendiri.

Jika pengaruh informasi dari ekspektasi dividen (atau actual) yang akan meningkat dapat menjelaskan pola return dari saham biasa dalam bulan-bulan sekitar split, maka harus ada perbedaan yang substansial pada pola return dalam kasus saat peningkatan dividen terjadi ataupun tidak.

Residual rata-rata kumulatif untuk kedua kelas dividen meningkat tajam dalam beberapa bulan sebelum split. Hal ini konsisten dengan hipotesis bahwa pasar mengasosiasikan split dengan pembayaran dividen yang lebih tinggi. Dalam kasus terdapat “peningkatan” dividen, residual rata-rata secara umum mempunyai nilai positif dalam tahun setelah split, sehingga residual rata-rata kumulatif bergerak ke atas, namun pergerakan ke atas ini tidaklah besar. Hal ini menunjukkan bahwa hanya ada sedikit penyesuaian yang disebabkan oleh dividen actual yang meningkat.

Untuk kasus dividen yang “menurun”, saham-saham split ini menunjukkan performa yang rendah dalam 12 bulan setelah split, dan performa terendah terjadi pada beberapa bulan setelah split (saat dividen yang diharapkan naik seharusnya diumumkan). Berdasarkan observasi, setahun setelah split, residual rata-rata kumulatif jatuh pada level yang kurang lebih sama dengan lima bulan sebelum split. Setelah beberapa waktu, ketika jelas bagi pasar bahwa peningkatan dividen tidak terjadi, efek split hilang sepenuhnya dan return saham akan kembali normal (sesuai dengan korelasinya dengan market). Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika pengaruh informasi dari perubahan dividen ikut diperhitungkan, split tidak akan berpengaruh terhadap return dari saham.

Data menunjukkan bukti yang sangat penting pada kecepatan penyesuaian harga pasar terhadap informasi yang baru. Meskipun return saham setelah split menunjukkan pola yang berbeda-beda (tergantung dari dividen actual), dan meskipun mayoritas sekuritas yang melakukan split juga menaikkan dividennya, jika semua split digabung, residual rata-rata tersebar di sekitar nilai 0 pada tahun setelah split, sehingga tidak ada pergerakan ke atas ataupun ke bawah pada residual rata-rata kumulatif.

  1. 5. Profit Split dan Trading

Bellemore dan Blucher (1956) menguji 100 split yang dipilih secara random selama periode 1946-1956 dan menemukan bahwa secara umum pergerakan harga dikarenakan split terjadi setelah split diumumkan. Delapan minggu sebelum pengumuman split, 86 dari 100 saham mengalami persentase kenaikan harga yang lebih besar dari indeks saham Standard and Poor untuk industri yang relevan. Dari hari pengumuman split sampai dengan delapan minggu setelahnya, hanya 43 saham yang persentase kenaikan harganya melebihi indeks. Secara rata-rata, dalam periode ini, saham split hanya meningkat 2 persen disbanding saham non-split di industri yang sama. Secara umum, saham split tidak menghasilkan return yang lebih besar dari saham non-split.

Berdasarkan penelitian ini telah diambil 62 sampel split dan ditemukan bahwa pola residual setelah pengumuman split hampir sama persis dengan pola residual setelah aktivitas split. Jadi, tidak ada yang secara sistematis mendapatkan keuntungan dalam membeli sekuritas split setelah aktivitas split terjadi, atau membeli setelah pengumuman split. Namun, gambar 4 menunjukkan cross-sectional dari deviasi absolute rata-rata pada residual untuk enam bulan sekitar split. Variasi return pada saham split meningkat tajam dalam bulan yang terdekat dengan split. Resiko yang meningkat pada saham selama periode ini menjadi faktor yang harus menjadi pertimbangan investor dalam mengambil keputusan.

Kesimpulan bahwa split tidak dapat digunakan untuk meningkatkan expected profit dari trading tampak kurang dapat diterima. Dalam tabel 2 pada kolom ke-8, residual rata-rata bernilai positif selama 30 bulan sebelum split sehingga ada kecenderungan kuat dari peningkatan expected profit. Namun, jika melihat pada gambar 2a dan 4, untuk setiap bulan sebelum split, deviasi absolute rata-rata dari residual di atas dua kali lipat besarnya dari residual rata-rata (yang menunjukkan banyak sekuritas individu yang mempunyai residual negatif). Sebelum split, residual sampel secara berturut-turut hampir independen. Dalam kasus tertentu, nilai residual menjadi besar dan positif dan tiap sekuritas mempunyai bulan-bulan yang berbeda, sehingga residual secara rata-rata adalah positif untuk bulan-bulan sebelum split

Jaffe (1957) dan Bellemore (1956)meneliti tanggal pengumuman dan tanggal efektif split terhadap 100 split dengan hasil bahwa: 7 pengumuman split terjadi di bulan pertama sebelum split, 67 dalam bulan kedua dan ketiga, 14 dalam bulan keempat, dan 12 di atas bulan keempat. Berdasarkan tabel 2 kolom 8 dan gambar 2a terdapat pola yang sama: Residual rata-rata terbesar terjadi dalam bulan kedua dan ketiga sebelum split; untuk residual rata-rata bulan pertama dan keempat sebelum split, meskipun tidak banyak namun memiliki nilai yang lebih besar dari bulan-bulan yang lain.

  1. 6. Kesimpulan

–    Sebelumnya, split diasosiasikan dengan kenaikan dividen yang mengakibatkan kenaikan harga.

–    Penilaian pasar terhadap informasi split direfleksikan ke dalam harga saham segera setalah pengumuman split.

–    Pasar saham adalah efisien dalam konteks harga saham yang menyesuaikan dengan cepat terhadap informasi baru.

–    Expected return tidak dapat meningkat hanya oleh karena split kecuali disertai dengan informasi mengenai dividen.

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: