Beranda > Tak Berkategori > What factors determine successful Nissan turnaround?

What factors determine successful Nissan turnaround?

Nissan Motor Co. Ltd., atau disingkat Nissan, adalah perusahaan otomotif terbesar kedua di Jepang setelah Toyota dan merupakan salah satu dari tiga pesaing Asia di Amerika Serikat. Meskipun demikian, Nissan pernah berada dalam kondisi krisis pada akhir tahun 90-an. Nissan telah berkali-kali melakukan restrukturisasi dengan pimpinan dari internal perusahaan. Namun, usaha tersebut tidak mampu menyelamatkan Nissan dari kondisi krisis, sehingga pada akhirnya langkah terobosan pun diambil. Proses aliansinya dengan Renault (perusahaan otomotif Prancis), telah menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan. Renault, dengan tokoh utamanya Carlos Ghosn, telah berhasil menghasilkan keuntungan bagi Nissan dan membangkitkan Nissan dari keterpurukannya melalui langkah-langkah radikal yang diambil.

Turnaround adalah proses pengubahan atau perbaikan kinerja perusahaan dari kecenderungan menurun, stagnan atau nyaris bangkrut menjadi menanjak dan menguntungkan. Banyak faktor yang membuat proses turnaround Nissan berhasil:

 

Dengan Carlos Ghosn sebagai pemimpinnya, Nissan merumuskan visi dan misi yang tepat.

Visi : Nissan memperkaya kehidupan setiap individu (Enriching people’s lives).

Misi : Nissan menyediakan produk dan jasa otomotif secara unik dan inovatif yang menghasilkan nilai keberhasilan yang tinggi bagi semua pengguna kendaraan dengan aliansinya bersama Renaults

Prinsip Nissan : S U C C E S S, singkatan dari:

S : Seeking Profitable Growth

U : Unique and Innovative: “Bold and Thoughtful”

C : Customer-Focused and Environment Friendly

C : Cross Functional and Global

E : Earnings and Profit Driven

S : Speed

S : Stretch

Visi Nissan dirumuskan dengan jelas bahwa kesejahteraan individu adalah fokus utama. Individu terdiri dari pelanggan, karyawan, shareholder, maupun relasi-relasi bisnis dari Nissan. Misi, strategi, prinsip, aktivitas, sikap, maupun budaya kerja Nissan diarahkan untuk menyejahterakan setiap individu yang terlibat.

 

Carlos Ghosn dan manajemen Nissan mempunyai komitmen yang kuat dalam melaksanakan perubahan radikal pada Nissan.

Sebuah perubahan yang radikal akan berhasil jika pemimpin mampu menjelaskan mengapa perubahan tersebut perlu dilakukan dan mampu meyakinkan semua pihak yang terlibat tentang komitmen kuat manajemen. Komitmen yang kuat Carlos Ghosn ditunjukkan dengan janji dia akan hasil yang sangat spesifik dalam jangka waktu yang terbatas. Target yang dicanangkan Nissan adalah bahwa dalam jangka waktu tiga tahun, Nissan akan kembali menangguk keuntungan yang tinggi, utang tinggal separuh, dan jumlah kendaraan yang dijual akan meningkat tajam. Jika ada dari tujuan itu yang tidak terpenuhi pada waktunya, Carlos Ghosn dan manajemennya akan mengundurkan diri.

 

Carlos Ghosn melibatkan secara aktif orang-orang Nissan dari lintas level.

Setiap perubahan yang diinisiasi oleh pemimpin tidak akan pernah dapat berhasil jika tidak didukung oleh setiap anggota, karena pada akhirnya anggota-anggota itulah yang menjadi ujung tombak dalam menjalankan strategi. Carlos Ghosn membentuk tim lintas fungsi yang terdiri dari para manajer menengah untuk menghasilkan ide-ide memperbaiki bisnis, menantang praktik yang saat ini dilakukan, dan mengkomunikasikan perlunya perubahan dalam perusahaan pada setiap individu di semua level dalam perusahaan. Ghosn Membentuk 10 Team CFT di Nissan:

1. Business Development

2. Purchasing

3. Manufacturing and Logistik

4. Research and Development

5. Sales Marketing

6. General and Administrative

7. Finance and Cost

8. Phase Out Products and Part

9. Compelexity management

10. Organizational Structure

Tim lintas fungsi ini sebagai alat untuk memonitor, mengontrol, dan memastikan bahwa setiap aktivitas Nissan sesuai dengan tujuan perusahaan.

 

Carlos Ghosn menggunakan data statistik dalam menentukan strategi dan tidak ragu/setengah hati dalam melakukan perubahan.

Data statistik merupakan data yang menunjukkan data sebenarnya tentang kondisi perusahaan relatif dibandingkan dengan pandangan-pandangan orang. Carlos Ghosn banyak merujuk pada data-data statistik dalam menentukan penyakit-penyakit dalam perusahaan Nissan dan kemudian tanpa ragu mengambil langkah-langkah tegas untuk menghilangkan penyakit tersebut.

–          Nissan membuat “Nissan Revival Plan” pada tahun 1999 yang berhasil mereduksi workforce 21,000 orang

–          Menutup pabrik / divisi yang inefisien dan tidak menambah value perusahaan

–          Mengurangi hutang perusahaan

–          Mengurangi secara drastic jumlah supplier-nya menjadi separuhnya (fungsi distributor upstream diambil alih oleh divisi Nissan masing-masing, sehingga setiap divisi menjadi kreatif dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat mengurangi inefisiensi).

 

Carlos Ghosn mengubah system insentif baru yang dapat memotivasi semua bagian perusahaan untuk melakukan perubahan.

Ghosn mengidentifikasikan divisi-divisi yang sudah tidak efisien. Top management Nissan tidak ingin menghabiskan waktu untuk memulihkan divisi-divisi tersebut atau terlibat dalam restructuring serta negosiasi PHK berkepanjangan; kalau tidak perusahaan akan sulit bergerak. Ghosn cukup mengidentifikasikan pemimpin potensial di masing-masing divisi kemudian memberikan mereka sebuah tawaran, yaitu mengambil-alih divisi tersebut, dimana kepemilikan asset divisi diambil oleh Nissan diubah menjadi ekuitas yang dipecah, dengan Nissan sebagai pemegang hak minoritas dan pimpinan divisi tersebut pemegang hak mayoritas. Share grant (pembagian dana) kadang diberikan kepada team atas dasar proposal yang paling feasible untuk revive (hidup kembali) divisi tersebut.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: