Beranda > Tak Berkategori > Ketaatan dan Kasih

Ketaatan dan Kasih

Setiap anak Tuhan mempunyai misi yang diberikan oleh Tuhan, yaitu mewujudkan Kerajaan Allah di dunia ini. Kerajaan Allah merupakan situasi dimana Allah adalah sebagai Raja, penguasa dan pengatur kehidupan warga kerajaanNya. Jika manusia di dalam hidupnya sehari-hari menuruti perintah Rajanya dan menyerahkan setiap hidupnya untuk diatur sepenuhnya oleh Sang Raja, itulah yang dinamakan “Kerajaan Allah telah datang di dunia”. Salah satu ciri dari kerajaan Allah adalah adanya kasih yang luar biasa yang terjadi. Allah sebagai Raja mengasihi umatnya, manusia mengasihi Allah dengan segenap hati, dan manusia pun mengasihi sesamanya seperti mengasihi diri-sendiri. Buahnya adalah hidup yang damai sejahtera dan kehidupan harmonis yang saling mengasihi satu sama lain.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemukan gambaran yang jauh berbeda dari kerajaan Allah. Manusia sering kali berjalan sendiri. Manusia menentukan jalan hidupnya sendiri berdasarkan akal pikiran mereka sendiri. Manusia tidak mengakui bahwa Tuhanlah sebenarnya penguasa hidup mereka. Mungkin ada juga yang mengakui, namun hanya di mulut saja dan hal itu tidak tampak dalam sikap dan perbuatan sehari-hari. Manusia menganggap uang, harta, jabatan atau kekuasaan, dan hal-hal duniawi lainnya sebagai tuhan mereka, sehingga kehidupan mereka berfokus hanya pada hal-hal duniawi yang terlihat sangat menyenangkan tersebut. Segala energi yang manusia miliki hanya mereka gunakan untuk mengejar hal-hal duniawi tersebut. Akibatnya, manusia pun terjebak untuk menggunakan segala cara, bahkan cara-cara yang tidak halal sekalipun, untuk mengejar tujuan hidup mereka. Manusia mementingkan diri sendiri atau kelompok yang sepaham dan setujuan dengan mereka. Manusia membenci dan menyingkirkan orang lain yang menghalangi atau tidak sepaham dengan mereka. Tidak ada kasih di antara sesama manusia. Akibatnya, terjadi banyak perselisihan, tidak ada sukacita dan damai sejahtera. Kita dapat melihat ini dalam kehidupan komunitas yang besar sampai dengan yang kecil; konflik antar negara yang berkepanjangan, kelompok masyarakat yang bertikai dengan kelompok masyarakat lain yang beda paham dan aliran, konfrontasi pada lembaga-lembaga negara dan partai-partai politik yang cenderung menjatuhkan, saling sikut-menyikut di lingkungan bisnis atau perusahaan, perselisihan antar warga yang tinggal berdekatan, dan bahkan mungkin di lingkungan keluarga kita sendiri juga terdapat konflik.

Lalu bagaimana posisi kita (saya dan anda) saat ini sebagai orang Kristen? Sudahkah kita berusaha untuk membawa kasih dan terang kebenaran di sekitar kita? Atau justru kita malah menjadi salah satu aktor dalam perselisihan yang terjadi di lingkungan kita?

Tuhan menempatkan anak-anakNya di tengah-tengah masyarakat majemuk untuk menjadi teladan dan memberikan pengaruh yang baik bagi mereka. Kita harus berani tampil beda dan tidak terbawa arus dunia, karena kita memang berbeda dari dunia! Kita adalah anak-anak Tuhan. Tuhan adalah Bapa kita, dan sekaligus Raja, penguasa hidup kita. Sudah selayaknya setiap hidup kita dituntun olehNya. Kita tidak boleh berjalan sendiri. Tujuan hidup kita tidak boleh hanya disandarkan pada hal-hal yang fana (uang, harta dan materi, kekuasaan, kesenangan pribadi, dll). Tujuan hidup kita adalah mewujudkan Kerajaan Allah di dunia. Setiap tindakan yang kita lakukan harus mencerminkan ketaatan kita pada Tuhan sebagai Raja. Setiap sikap yang kita ambil harus berdasarkan kasih kepada orang lain, seperti halnya Tuhan mengasihi semua manusia.

Memang kadang terasa sulit untuk mengasihi setiap orang dalam hidup kita, apalagi mengasihi orang yang menjadi musuh kita atau atau mengasihi orang yang pernah, dan mungkin selalu, menyakiti hati kita (saya pun merasa masih sangat perlu untuk terus belajar bagaimana mengasihi orang lain tanpa terkecuali secara nyata). “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mat 5:43-44) adalah sebuah ajaran Tuhan Yesus yang menurut saya sangat luar biasa. Itulah salah satu ciri kasih yang sempurna, kasih yang tidak menuntut balas, dan kasih yang tulus karena tidak bergantung bagaimana respon orang yang dikasihi. Adakah di antara kita yang masih menyimpan dendam dan kebencian terhadap orang lain yang mungkin pernah menyakiti hati kita? Adakah di antara kita yang mungkin pernah mengampuni orang lain di mulut kita namun hati kita tetap mengingat-ingat kesalahan orang lain? Jika iya, segeralah berdoa meminta pengampunan dari Tuhan karena telah menyimpan kesalahan orang lain. Berdoalah kepada Tuhan bukan hanya meminta hati yang bisa mengampuni, namun juga melupakan kesalahan orang lain. Ingatlah, Tuhan sendiri berkata bahwa Ia tidak hanya mengampuni dosa-dosa manusia, namun Ia juga tidak mengingat-ingat lagi dosa mereka. Saya yakin jika kita berdoa pada Tuhan dan mengambil komitmen untuk mengampuni dan juga melupakan kesalahan orang lain, maka tidak akan ada lagi akar pahit dalam hidup kita. Akar pahit adalah salah satu sumber yang dapat menghambat kita menerima damai sejahtera dalam hidup kita.

Mari belajar mengampuni dan kita pun akan dapat memberikan teladan kepada orang lain bagaimana mengasihi semua orang secara tulus. Terlebih lagi, mari kita sama-sama belajar untuk menjadi teladan bagi orang lain di sekitar kita dengan tidak menggantungkan hidup pada hal-hal yang duniawi yang fana, melainkan hanya pada kasih pada Tuhan, kasih pada sesama, dan ketaatan sepenuhnya pada Tuhan, sang Raja penguasa hidup kita dalam Kerajaan Allah.

 

My Sweet Room,

Ari S (yang masih terus belajar taat dan mengasihi)

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: